AplikasiModel 🇷🇺 30.07.2026 14:02

Voxys luncurkan simulator suara LLM untuk pelatihan operator pusat kontak

VoxysVoxys
Voxys telah mengintegrasikan simulator suara GenAI, targetskill, ke dalam sistem pelatihan korporatnya untuk operator pusat kontak. Solusi ini didasarkan pada model bahasa besar dan pendekatan multi-agen: satu agen AI mensimulasikan pelanggan, agen lain menganalisis dialog dan memberikan umpan balik. Setelah implementasi, tingkat pengunduran diri operator setelah pelatihan menurun sebesar 15%, skor kualitas rata-rata naik 20%, dan penanganan keberatan meningkat 19,9%.
Voxys telah menerapkan simulator GenAI suara yang disebut targetskill untuk melatih operator pusat kontak, yang dikembangkan bekerja sama dengan TargetAI. Sistem ini menggunakan arsitektur multi-agen: satu agen AI berperan sebagai pelanggan virtual, sementara agen lainnya mengevaluasi percakapan dan memberikan umpan balik. Operator berlatih dalam format suara dengan skenario yang mencakup konsultasi, penjualan, penanganan keberatan, dan panggilan kompleks. Setelah setiap dialog, asesor AI menganalisis kinerja berdasarkan kriteria yang ditetapkan, menyoroti kekuatan dan kelemahan, mengutip ucapan operator, dan memberikan tips perbaikan. Simulator ini terintegrasi dengan sistem manajemen pembelajaran (LMS) perusahaan melalui SCORM dan dapat dikonfigurasi oleh metodolog tanpa pengembang, hanya membutuhkan waktu 20-30 menit untuk membuat skenario baru. Sebelum diluncurkan, setiap skenario dikalibrasi untuk realisme dan akurasi. Voxys kini menggunakan lebih dari 30 simulator targetskill dalam pelatihan komersial, mendukung 100-200 pengguna bersamaan dan hingga 300 peserta pelatihan per hari. Hasilnya meliputi pengurangan 15% dalam tingkat pengunduran diri pasca-pelatihan, peningkatan 20% dalam skor kualitas rata-rata, peningkatan 19,9% dalam penanganan keberatan, penurunan 38% dalam pergantian karyawan baru, dan peningkatan 3% dalam tingkat konversi awal. Kepuasan pengguna dinilai 4,9 dari 5. Voxys berencana untuk memperluas teknologi ini ke proyek lain, area non-suara, dan keterampilan manajemen, dengan langkah selanjutnya adalah pelatih AI yang mendampingi karyawan selama pembelajaran dan orientasi.
Sumber: CNews — asli
Postingan kami sebelumnya tentang topik ini ↓
Berita terbaru