Bisnis & Pasar 🇫🇷 04.08.2026 22:03

Hadapi AI, Perusahaan Prancis Hadapi Hambatan Organisasi, Hasil Survei

Survei oleh Kéa dan OpinionWay terhadap 802 eksekutif Prancis mengungkapkan bahwa meskipun kesadaran akan pentingnya strategis AI meningkat, sebagian besar perusahaan belum menyusun tata kelola AI, jarang mengukur manfaatnya, dan kesulitan melampaui tahap eksperimen. Kesenjangan antara pengakuan dan penerapan skala besar masih lebar, dengan tantangan utama dalam bakat, kualitas data, dan manajemen.
Survei yang dilakukan oleh Kéa dan OpinionWay terhadap 802 eksekutif Prancis, dua tahun setelah ledakan kecerdasan buatan generatif, menunjukkan bahwa meskipun 61% pemimpin menganggap AI sebagai isu transformasi besar (meningkat menjadi 93% di perusahaan dengan lebih dari 250 karyawan), hanya 28% yang percaya bahwa hal ini memerlukan perombakan organisasi secara menyeluruh. Perusahaan besar berada di garis depan: 66% pemimpin mereka melihat perlunya penataan ulang secara global, dan mayoritas berpikir AI menantang model bisnis mereka, sementara pemimpin Prancis secara keseluruhan masih melihatnya terutama sebagai alat untuk meningkatkan proses yang sudah ada. Penerapan masih bersifat eksperimental: hanya 16% organisasi yang memiliki beberapa kasus penggunaan skala besar atau portofolio proyek AI yang terstruktur, sementara sepertiga masih berada pada tahap eksplorasi. Tata kelola tertinggal: 75% perusahaan tidak memiliki Chief Data Officer atau manajer khusus AI, 60% tidak menilai ketergantungan pada pemasok teknologi AI atau tidak memiliki protokol untuk menangani keputusan yang dibantu AI yang keliru, dan 51% belum mendefinisikan 'garis merah' untuk penggunaan AI dalam peran atau aplikasi tertentu. Pelacakan kinerja masih lemah: kurang dari sepertiga pemimpin telah mengevaluasi manfaat dari proyek AI, dan hanya 10% yang memiliki alat pemantauan canggih seperti dasbor khusus atau integrasi ke dalam model keuangan. Hambatan utama kini bersifat organisasional dan manusiawi: kurangnya talenta (42%), kualitas data yang tidak memadai (40%), dan terbatasnya waktu manajerial (38%), dengan tantangan ini lebih akut di perusahaan besar (60% menyebut kekurangan talenta, 54% ketidaktersediaan keterampilan).
Sumber: Le Monde Informatique — IA — asli
Postingan kami sebelumnya tentang topik ini ↓
Berita terbaru