California Bersiap Melarang 'Pembacaan Pikiran' Karyawan — Majikan Tidak Senang
Legislator California sedang menyusun rancangan undang-undang, AB 1883 dan AB 1542, untuk mengatur pengawasan data otak dan sistem saraf di tempat kerja, melarang pengusaha menggunakan data tersebut untuk memprediksi keadaan emosional. RUU tersebut bertujuan mengklasifikasikan data saraf sebagai informasi pribadi yang sensitif dan mencegah perusahaan menjualnya, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengusaha tentang kemampuan mereka untuk menggunakan wawasan ini.
Para legislator California berupaya menjembatani kesenjangan antara teknologi saraf yang sedang berkembang dan norma hukum yang ada, mirip dengan masalah di masa lalu terkait kecerdasan buatan yang menggantikan pekerja. Mereka sedang mengajukan rancangan undang-undang AB 1883 dan AB 1542 untuk mengatur pengumpulan dan penggunaan data saraf dari aktivitas otak dan sistem saraf tepi, yang dapat dikumpulkan melalui perangkat konsumen seperti headphone, ikat kepala, gelang, dan headset realitas tertambah (AR). Perangkat-perangkat ini, yang digabungkan dengan algoritme pembelajaran mesin, dapat menyimpulkan kondisi seperti perhatian, kelelahan, dan stres. AB 1883 menargetkan sistem pengawasan di tempat kerja, melarang pengusaha menggunakannya untuk mengenali atau memprediksi keadaan emosional atau mengumpulkan data saraf, kecuali untuk keselamatan dan program-program khusus di bidang pertahanan, penerbangan, dan antariksa. RUU ini memberlakukan denda hingga 500 dolar AS per pelanggaran dan mengizinkan tuntutan hukum. AB 1542 akan melarang perusahaan menjual atau membagikan informasi pribadi yang sensitif, termasuk data saraf, kepada pihak ketiga, yang dibangun berdasarkan undang-undang tahun 2024 (SB 1223) yang mengklasifikasikan data saraf sebagai data sensitif. Sebuah studi oleh Yayasan Neurorights menemukan bahwa 20 dari 30 produsen teknologi saraf konsumen mengizinkan transfer data ke pihak ketiga dalam kebijakan mereka. Para legislator kurang khawatir tentang pembacaan pikiran secara harfiah dan lebih khawatir tentang peningkatan pesat akurasi dalam memecahkan kode sinyal saraf melalui kecerdasan buatan (AI). Mulai Januari 2027, persyaratan Badan Perlindungan Privasi California untuk sistem pengambilan keputusan otomatis akan menambah lapisan kontrol lain. Para pengusaha menolak langkah-langkah ini, dan para legislator mengakui bahwa mereka mungkin tidak dapat menghentikan perusahaan-perusahaan besar dari menggunakan data saraf secara internal.
Sumber: 3DNews —
asli
