Haruskah Peneliti Menulis Makalah untuk AI daripada untuk Manusia?
Cursor
Sekelompok peneliti berpendapat bahwa makalah ilmiah harus digantikan oleh format yang dirancang untuk agen AI, yang disebut 'Artefak Riset Asli-Agen' (ARA). Mereka mengklaim bahwa makalah yang ditulis manusia kehilangan 80% informasi tentang proses penelitian. Penulis utama, Jiachen Liu, menjelaskan proposal dan visinya untuk penelitian berbasis AI dalam wawancara dengan IEEE Spectrum.
Pada bulan Mei, 37 peneliti dari universitas ternama dan perusahaan teknologi menerbitkan makalah berjudul 'The Last Human-Written Paper' di ArXiv, yang berargumen bahwa para ilmuwan seharusnya berhenti menulis makalah tradisional karena agen AI menjadi partisipan otonom dalam penelitian. Mereka mengusulkan format baru, 'Artefak Riset Asli-Agen' (ARA), yang menyajikan karya dengan cara yang dapat digunakan secara efisien oleh agen AI. Penulis utama, Jiachen Liu, yang baru-baru ini ikut mendirikan Laboratorium Riset Asli-Agen, mengatakan bahwa makalah tradisional memiliki dua kekurangan: 'pajak bercerita' yang kehilangan 80% informasi tentang karya tersebut, dan 'pajak rekayasa' yang membuat karya tersebut tidak mungkin direproduksi karena detail yang hilang. Sistem ARA Liu mencakup 'Manajer Riset Langsung' yang secara otomatis mengamati dan mendokumentasikan kemajuan penelitian. Untuk mencegah halusinasi pada AI, Liu sedang mengerjakan sistem formal menggunakan teknik neurosimbolis yang akan membuat setiap klaim konsisten dengan dirinya sendiri. Dia juga percaya bahwa begitu AI telah mempelajari semua pengetahuan ahli, AI akan berevolusi sendiri tanpa masukan manusia, dan bahwa para ilmuwan muda akan belajar dari AI.
Sumber: IEEE Spectrum AI —
asli
