Saat AI Belajar 'Berpikir Simulasi', Guru Bisa Kembali ke Esensi Pendidikan
Moonshot AI
AI pendidikan China memasuki zona air dalam. Kebijakan baru mendorong integrasi AI, tetapi tiga tantangan struktural tetap ada: kekurangan guru, aplikasi AI yang dangkal, dan kurangnya sistem pendukung. Tianli Qiming, dengan sistem 'Tianli Discipline Brain', telah terpilih sebagai kasus AI for Good dari International Telecommunication Union Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sistem ini menggunakan Cognitive World Model (CWM) untuk mensimulasikan pemikiran siswa, memungkinkan pembelajaran yang dipersonalisasi sambil melindungi kedaulatan data.
Pada tahun 2026, Kementerian Pendidikan China bersama empat kementerian lainnya mengeluarkan rencana aksi 'AI + Pendidikan' yang mewajibkan peningkatan berjenjang literasi AI guru dan kelas kolaborasi manusia-mesin. Wakil Rektor Universitas Fudan, Zhou Lei, menekankan bahwa guru harus bertransisi dari pengguna alat AI menjadi perancang pengajaran cerdas. Tiga tantangan utama masih ada: kekurangan guru secara struktural (terutama di daerah pedesaan), aplikasi AI yang dangkal dan tidak dapat mensimulasikan kesenjangan kognitif siswa, serta kurangnya sistem pendukung untuk transformasi AI guru. Sistem pembelajaran personalisasi 'Tianli Discipline Brain' dari Tianli Qiming terpilih sebagai studi kasus AI for Good 2026 dari International Telecommunication Union (ITU) Perserikatan Bangsa-Bangsa dari 267 pengajuan dari 40 negara. Sistem ini menggunakan AI sebagai asisten dan guru sebagai pemimpin, menangani tugas-tugas intensif seperti penilaian diagnostik dan pencocokan sumber daya. Di Kabupaten Yiliang, Yunnan, sistem ini membantu meningkatkan tingkat penerimaan sarjana menjadi 88,5%, dengan siswa berprestasi rendah meningkat lebih banyak daripada siswa berprestasi tinggi. Sistem ini telah diterapkan di lebih dari 150 sekolah yang melayani 300.000 guru dan siswa. Untuk menembus rekomendasi dangkal, Tianli Qiming bersama Universitas Beihang dan AIII merilis 'Buku Putih AGI Pendidikan Berbasis Model Dunia' di WAIC 2026, memperkenalkan Cognitive World Model (CWM) untuk mensimulasikan status kognitif siswa melalui siklus Learning Assessment Modeling (LAM), yang memungkinkan jalur pembelajaran adaptif. Buku putih ini juga mengusulkan kerangka etika 'kedaulatan kognitif' untuk melindungi data inferensi mental siswa. Tim Tianli Qiming memenangkan hadiah ketiga dalam Kompetisi Kecerdasan Sains Dunia ke-4 dan masuk dalam Kasus Praktik Inovasi Agen Cerdas 2026 dari China Academy of Information and Communications Technology (CAICT).
Sumber: QbitAI 量子位 —
asli
