AI Bisa Membantu Deteksi Dini Penyakit Hati Berlemak, Kata Para Ahli
Evido
Osaka Metropolitan University
Penyakit hati berlemak mempengaruhi sekitar 30% orang dewasa di seluruh dunia tetapi sering tidak terdeteksi hingga tahap lanjut. Alat AI yang menganalisis catatan kesehatan elektronik, tes darah rutin, dan gambar sinar-X dapat membantu mengidentifikasi pasien berisiko sejak dini, berpotensi membalikkan kerusakan dan menghemat biaya. Para peneliti dan perusahaan rintisan seperti Evido sedang mengembangkan model AI yang mengungguli skor risiko tradisional.
Penyakit perlemakan hati, yang memengaruhi sekitar 30% orang dewasa di seluruh dunia, sering berkembang tanpa gejala, dengan tiga perempat kasus sirosis baru terdiagnosis saat sudah mengancam jiwa. Peneliti seperti Jeffrey Lazarus dari CUNY mengusulkan penggunaan AI untuk menyisir catatan kesehatan elektronik dan memprioritaskan pasien berisiko. Tes non-invasif sederhana seperti Fib-4 sudah ada tetapi kurang dimanfaatkan; AI dapat mengotomatiskan perhitungannya dari data darah rutin. Sebuah studi Universitas Metropolitan Osaka tahun 2024 menunjukkan bahwa model AI dapat mengidentifikasi penyakit perlemakan hati dari foto rontgen dada dengan akurasi 82%. Algoritma LiverPRO dari perusahaan rintisan Denmark Evido, yang dikomersialkan bersama Roche, mengungguli Fib-4 dalam memprediksi masalah hati. Model AI lain, ALADDIN, membantu memilih pasien untuk pengobatan resmetirom. Alat-alat ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan diagnostik di perawatan primer, mengurangi rujukan yang tidak perlu, dan memungkinkan intervensi dini yang dapat membalikkan kerusakan hati.
Sumber: Wired AI —
asli
