Ksatria Hijau Terkepung: Siapa yang Menggali di Bawah Nvidia di Pasar Chip AI?
NVIDIA
Intel Corporation
Broadcom
Google/DeepMind
OpenAI
Microsoft
Amazon/AWS
xAI
Nvidia mendominasi pasar chip AI dengan pangsa sekitar 80%, namun menghadapi persaingan yang semakin ketat dari AMD, pembuat chip khusus seperti Broadcom, dan raksasa teknologi yang mengembangkan ASIC mereka sendiri. Sementara itu, pembatasan ekspor AS ke China dan sentimen investor menjadi tantangan tambahan bagi dominasi Nvidia.
Nvidia mempertahankan sekitar 80% pangsa pasar chip AI, dengan perkiraan pangsa pasarnya bervariasi dari 92% dua tahun lalu (termasuk GPU gaming) hingga 50-60% pada tahun 2030. Keunggulan Nvidia meliputi manufaktur TSMC yang canggih (Blackwell B200 4nm, Rubin R200 3nm, dan Rubin Ultra 2nm yang direncanakan), interkoneksi proprietary NVLink dan NVSwitch, serta ekosistem CUDA yang digunakan oleh lebih dari enam juta pengembang. AMD bersaing dengan lini GPU Instinct MI400X (2nm, 20 teraflops, memori 432GB), tetapi ekosistem ROCm-nya tertinggal dari CUDA dalam hal popularitas. Intel tetap kuat di CPU, menerima investasi $5 miliar dari Nvidia pada September 2025, dan bertujuan menjadi manufaktur kontrak dengan litografi EUV High-NA. Broadcom, yang fokus pada ASIC, memegang sekitar 16% pendapatan chip AI, dengan TPU 8t/8i milik Google menawarkan kinerja yang dioptimalkan untuk beban kerja AI tetapi dengan spesifikasi mentah yang lebih rendah daripada Nvidia. OpenAI, Microsoft, dan Amazon mengembangkan ASIC mereka sendiri untuk mengurangi biaya dan daya. Sentimen investor berubah hati-hati setelah pendapatan Broadcom memicu kerugian kapitalisasi pasar sebesar $1,3 triliun. Sanksi AS terhadap China telah membatasi penjualan chip kelas atas seperti A100 dan H100, sementara larangan China terhadap perusahaan domestik untuk membeli produk Amerika menambah ketidakpastian lebih lanjut.
Sumber: Habr — хаб ИИ —
asli
