RisetKeamanan AI 🇷🇺 11.08.2026 04:02

AI Ciptakan Virus Baru: Ilmuwan Jelaskan Alasannya

Arc InstituteArc Institute
Para peneliti di Arc Institute di Palo Alto menggunakan jaringan saraf khusus untuk mensintesis objek biologis buatan. Model AI Evo menghasilkan sekuens virus yang unik, dan dari 700.000 kandidat, sekitar 300 direplikasi di laboratorium, dengan 16 di antaranya terbukti sepenuhnya viable dan mampu menginfeksi sel target. Eksperimen ini bertujuan untuk mempelajari evolusi dan memprogram sistem kehidupan, tetapi para ahli memperingatkan perlunya kontrol keamanan hayati internasional.
Para spesialis dari Arc Institute di Palo Alto menggunakan jaringan saraf khusus untuk mensintesis objek biologis buatan. Awalnya, penulis proyek melatih model genomik untuk mengenali dan menganalisis struktur DNA dari ratusan ribu patogen alami yang dikenal. Setelah pelatihan dasar, algoritma Evo diberi tugas untuk menghasilkan urutan kode virus unik yang belum pernah ditemukan di alam. Dari 700.000 varian genom potensial yang diusulkan oleh jaringan saraf, para peneliti memilih dan membuat ulang sekitar 300 sampel di laboratorium. Selama eksperimen, 16 virus sintetis ternyata sepenuhnya dapat hidup dan menunjukkan kemampuan untuk berhasil menginfeksi sel target. Sebagai templat awal, para ilmuwan sengaja menggunakan bakteriofag Phi X-174 yang tidak berbahaya bagi manusia untuk menghilangkan risiko biologis. Organisme yang dihasilkan mampu mengatasi pertahanan kekebalan alami dari dua strain E. coli. Eksperimen ini bertujuan ilmiah fundamental untuk mempelajari mekanisme evolusi dan menemukan alat baru untuk memprogram sistem hidup. Meskipun demikian, para ahli dari Pusat Keamanan Kesehatan di Universitas Johns Hopkins telah mengeluarkan peringatan. Menurut analis, munculnya alat generatif yang mudah diakses untuk membuat program virus memerlukan segera diberlakukannya mekanisme kontrol internasional dan regulasi ketat di bidang keamanan hayati.
Sumber: Hightech.fm — asli
Postingan kami sebelumnya tentang topik ini ↓
Berita terbaru