AI Belajar Membaca Suasana
Neurologyca
Intuition Robotics
NiCE
Genesys
Meta
Hume AI
Netradyne
Amazon/AWS
Bidang baru bernama kecerdasan buatan konteks manusia (human-context AI) menutup kesenjangan antara apa yang kita harapkan dari kecerdasan buatan emosi dan apa yang sebenarnya dapat diberikan. Alih-alih sekadar melabeli emosi, sistem ini menggabungkan dinamika wajah, suara, nada, bahasa, dan perilaku, serta mengevaluasinya dalam lingkungan spesifik seperti penilaian kinerja. Perusahaan seperti Neurologyca mengintegrasikan lapisan kontekstual ini ke dalam sistem untuk keselamatan pengemudi, asisten rumah, dan layanan kesehatan.
Kecerdasan buatan emosi, yang memperkirakan perasaan dari ekspresi wajah, suara, dan perilaku, digunakan dalam kesejahteraan karyawan, rekrutmen, pendidikan, dan pemantauan pengemudi. Namun, sebagian besar sistem hanya mendeteksi satu emosi pada satu waktu, sehingga melewatkan nuansa. Bidang baru, yaitu kecerdasan buatan konteks manusia, yang dikembangkan oleh perusahaan seperti Neurologyca, menggabungkan konteks situasional, personal, dan perilaku untuk menafsirkan emosi dengan lebih baik. Lapisan logika Neurologyca menggabungkan konteks-konteks ini dan digunakan dalam aplikasi keselamatan pengemudi seperti Netradyne, asisten rumah tangga seperti Amazon Alexa, dan platform kecerdasan buatan perawatan kesehatan seperti Sully.ai. Bidang ini dimulai dengan komputasi afektif Rosalind Picard di MIT, dan studi terbaru menunjukkan bahwa menggabungkan beberapa tipe data mengurangi kesalahan sebesar 32 persen.
Sumber: IEEE Spectrum AI —
asli
