Studi Go Influence: 73% Perusahaan dan 45% Blogger Gunakan AI dalam Pembuatan Konten
Menurut studi Go Influence, 73% perusahaan dan 45% blogger menggunakan AI untuk pembuatan konten. Bisnis menggunakan AI untuk mempercepat produksi dan meningkatkan volume konten, sementara influencer menggunakannya sebagai alat pendukung untuk mempertahankan nada pribadi mereka. Manfaat utamanya adalah penghematan waktu, yang dicatat oleh 72% perusahaan dan 58% blogger, tetapi hanya sepertiga bisnis yang melaporkan pengurangan biaya.
Sebuah studi oleh agensi pemasaran influencer Go Influence menemukan bahwa 73% perwakilan bisnis yang disurvei dan 45% blogger menggunakan jaringan saraf untuk pembuatan konten di Rusia. Di kalangan bisnis, 12% berencana mulai menggunakan AI dalam tahun depan, 9% telah mencoba dan meninggalkannya, dan 6% tidak memiliki rencana. Di kalangan kreator, 21% berencana mengadopsi AI. Bisnis perlu secara teratur memproduksi teks, gambar, dan video yang disesuaikan untuk berbagai saluran, sementara konten influencer sering kali terkait dengan pengalaman pribadi mereka, sehingga lebih sulit untuk didelegasikan ke AI. Kedua kelompok menyunting materi yang dihasilkan AI sendiri: 89% bisnis dan 93% blogger. Hanya 4% perusahaan dan 2% blogger yang secara teratur menggunakan konten yang dihasilkan tanpa revisi signifikan. Manfaat utama adalah penghematan waktu (72% perusahaan, 58% blogger), diikuti oleh peningkatan output (54% perusahaan, 31% blogger). Pengurangan biaya dicatat oleh 33% perusahaan, peningkatan metrik komunikasi oleh 27%, dan di kalangan blogger, 15% melihat pertumbuhan jangkauan, keterlibatan, atau pendapatan. Kasus penggunaan paling umum untuk bisnis adalah pekerjaan teks (78%), pembuatan ide (64%), pembuatan gambar (56%), video/subtitle/sulih suara (37%), dan analisis konten (31%). Untuk influencer, penggunaan utama adalah pencarian topik dan persiapan naskah (71%), draf (54%), gambar (39%), video (25%), dan analisis audiens (16%). Survei ini melibatkan 3.113 responden: 2.142 perwakilan bisnis dan 971 influencer berusia di atas 18 tahun. CEO Go Influence, Katerina Mosyaga, menekankan bahwa agensi sekarang harus mengelola integrasi AI dalam konten iklan, memastikan kontrol kualitas dan menjaga nada penulis.
Sumber: CNews —
asli
