AplikasiBisnis & Pasar 🇺🇸 12.08.2026 14:01

Hakim Pakistan Memberikan Putusan Mereka tentang JudgeGPT

OpenAIOpenAI
Sebuah uji coba skala besar di Pakistan menemukan bahwa alat AI khusus untuk hakim, yang dikombinasikan dengan pelatihan, meningkatkan penyelesaian perkara sebesar 6,3% tanpa mengurangi kualitas keputusan. Alat yang dibangun di atas OpenAI GPT-4 dan data hukum Pakistan ini digunakan oleh lebih dari 1.500 hakim.
Di Pakistan, sebuah uji coba yang melibatkan 1.559 hakim menguji alat kecerdasan buatan khusus bernama JudgeGPT, yang menggabungkan GPT-4 dari OpenAI dengan basis data berisi 128.292 opini pengadilan dan 943 undang-undang. Alat ini membantu para hakim dalam penelitian hukum dan penyusunan dokumen, sehingga meningkatkan jumlah kasus yang diselesaikan per distrik sebesar 6,3 persen, tanpa penurunan kualitas keputusan yang signifikan. Penelitian yang dipimpin oleh ekonom Sultan Mehmood ini juga memberikan pelatihan kepada sebagian hakim, yang terbukti sangat penting: hakim yang menerima pelatihan khusus JudgeGPT rata-rata masuk log sebanyak 56 kali dan mengirim 212 prompt, dibandingkan dengan 10 kali login dan 25 prompt bagi mereka yang mendapat pelatihan umum, sementara hakim tanpa pelatihan sering kali meninggalkan alat tersebut. Para peneliti menggunakan pembangkitan berbasis pengambilan (retrieval-augmented generation) untuk mengurangi halusinasi, dan mereka menilai kualitas keputusan dengan meminta GPT-5-mini dari OpenAI membandingkan keputusan sebelum dan sesudah pelatihan, dengan pengacara berpengalaman menyetujui model tersebut pada 70,6 persen kasus. Meskipun alat ini menghemat waktu bagi hakim, masih ada kekhawatiran tentang kualitas keadilan dan risiko ketergantungan berlebihan pada AI.
Sumber: IEEE Spectrum AI — asli
Postingan kami sebelumnya tentang topik ini ↓
Berita terbaru