AI Menciptakan Virus yang Tidak Ditemukan di Alam
Arc Institute
Para ilmuwan menggunakan AI untuk merancang genom virus, menghasilkan 16 fag sintetis yang dapat hidup dan menginfeksi bakteri. AI yang dilatih pada pustaka DNA ini menghasilkan ribuan varian, sekitar 300 di antaranya disintesis dan diuji, dengan 16 terbukti dapat hidup. Ini menandai pertama kalinya AI menciptakan virus nyata, yang memunculkan harapan medis sekaligus kekhawatiran akan keamanan hayati.
Sekelompok ilmuwan dari Universitas Stanford dan Arc Institute melatih AI pada perpustakaan DNA dan memintanya untuk merancang genom bakteriofag yang mampu menginfeksi E. coli. AI tersebut menghasilkan ribuan varian, di mana sekitar 300 di antaranya disintesis secara kimia dan diuji di laboratorium. Dari jumlah tersebut, 16 varian dapat bertahan hidup, menciptakan virus baru yang tidak ditemukan di alam. Virus sintetis tersebut membunuh E. coli lebih efektif daripada virus alami, dan beberapa varian berkembang biak hingga 65 kali lebih cepat. Satu virus sintetis secara evolusioner jauh berbeda dari apa pun di alam, yang berpotensi membutuhkan jutaan tahun untuk berevolusi secara alami. Penelitian yang dipublikasikan di Science pada musim panas 2026 ini menggunakan model bahasa genomik Evo 1 dan Evo 2. Para ahli keamanan hayati memperingatkan tentang risiko penggunaan ganda, seperti merancang virus yang lebih menular atau mematikan, meskipun para penulis mengecualikan patogen manusia dari data pelatihan. Para ilmuwan melihat potensi aplikasi medis, seperti alternatif antibiotik. Namun, tantangan masih ada, karena merancang genom dari awal tidak menjamin organisme yang berfungsi; sekitar 70% gen dalam genom yang dihasilkan AI tampak realistis, tetapi ini tidak cukup untuk kehidupan.
Sumber: CNews —
asli
