Cara Universitas dan Lembaga Riset Menerapkan AI: dari Praktik Individu hingga Adopsi Organisasi
Sebuah studi oleh ISSEK HSE menunjukkan bahwa 72% universitas negeri dan lembaga riset Rusia menggunakan AI, terutama untuk penelitian ilmiah (62%). Adopsi kelembagaan tertinggal di belakang penggunaan individu, tetapi para pemimpin memperkirakan AI akan menjadi meluas dalam lima tahun.
Survei yang dilakukan oleh Institute for Statistical Studies and Economics of Knowledge (ISSEK) terhadap 424 universitas negeri dan lembaga penelitian Rusia (Mei–Juni 2026) mengungkapkan bahwa 72% organisasi menggunakan solusi AI, yang paling umum untuk penelitian (62%). Universitas mengadopsi AI lebih aktif daripada lembaga penelitian (75% berbanding 67%), terutama dalam administrasi dan komunikasi. Organisasi yang lebih besar lebih banyak mengadopsi AI: 92% dari mereka yang memiliki lebih dari 2.000 karyawan menggunakannya, dibandingkan dengan 63% dari yang lebih kecil. Penggunaan AI secara individual (94% organisasi) jauh melebihi adopsi institusional; hanya 4% pimpinan yang mengatakan bahwa sebagian besar karyawan menggunakan AI. Di 43% organisasi, AI digunakan untuk persiapan teks, penerjemahan, dan pencarian literatur; di 22% untuk analisis data dan pemodelan. Sebagian besar organisasi menggunakan solusi yang sudah jadi (81% Rusia, 71% asing); 22% melakukan penyesuaian atau adaptasi model; 22% mengembangkan model mereka sendiri, terutama di ilmu alam (68%) dan ilmu teknik (41%). Para pimpinan memperkirakan bahwa dalam lima tahun, 46% organisasi akan memiliki semua atau sebagian besar peneliti yang menggunakan AI.
Sumber: CNews —
asli
