Pengadilan Prancis Menangguhkan ChatGPT di Sebuah Perusahaan: Sinyal Kuat untuk Semua Proyek AI
OpenAI
Microsoft
Google/DeepMind
Pengadilan Banding Paris mengonfirmasi penangguhan alat-alat AI, termasuk ChatGPT, yang digunakan tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dewan perusahaan (CSE). Pengadilan memutuskan bahwa alat-alat tersebut memenuhi syarat sebagai 'teknologi baru' berdasarkan Kode Ketenagakerjaan, yang berpotensi memengaruhi kondisi kerja. Ini adalah keputusan penting bagi perusahaan-perusahaan Prancis yang mengadopsi AI generatif.
Pada 21 Mei 2026, Pengadilan Banding Paris mengeluarkan dua putusan yang mengonfirmasi penangguhan alat-alat AI, termasuk ChatGPT dan asisten editorial internal bernama DIGI, yang diterapkan oleh beberapa perusahaan pers tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan komite sosial ekonomi (CSE). Pengadilan menilai alat-alat ini sebagai 'teknologi baru' menurut Kitab Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang berpotensi memengaruhi kondisi kerja, organisasi tugas, dan aktivitas karyawan. Akibatnya, penggunaannya ditangguhkan hingga prosedur konsultasi selesai. Putusan ini tidak melarang ChatGPT atau AI generatif, tetapi menekankan bahwa pengenalannya, yang dapat mengubah pekerjaan secara signifikan, memerlukan keterlibatan perwakilan karyawan ketika persyaratan hukum terpenuhi. Keputusan ini melampaui sektor pers, berpotensi memengaruhi perusahaan mana pun yang menggunakan asisten AI seperti Microsoft Copilot, Gemini, atau agen internal. Pengadilan juga memberikan ganti rugi sementara kepada perwakilan karyawan. Hal ini sejalan dengan persyaratan literasi AI dalam Undang-Undang AI Uni Eropa dan menandai perubahan menuju tata kelola dan dialog sosial dalam penerapan AI.
Sumber: ActuIA —
asli
