Mengapa Rumor Cloud Meta Menenggelamkan Neocloud
Meta
OpenAI
xAI
Anthropic
Google/DeepMind
Sebuah laporan Bloomberg pada 1 Juli 2026 menyatakan bahwa Meta sedang bersiap untuk menjual daya komputasi AI dan akses ke model yang di-hosting-nya, yang berpotensi bersaing dengan penyedia cloud besar. Rumor belaka ini menyebabkan saham Meta naik 8,8 persen, sementara penyedia infrastruktur AI khusus seperti CoreWeave dan Nebius mengalami penurunan tajam. Laporan tersebut belum dikonfirmasi oleh Meta, tetapi menyoroti pentingnya strategis komputasi sebagai sumber daya yang langka.
Bloomberg melaporkan pada 1 Juli 2026, bahwa Meta sedang menyiapkan bisnis komputasi awan untuk menjual daya komputasi AI dan akses ke model yang mereka host. Proyek yang secara internal diberi nama 'Meta Compute' ini akan menempatkan Meta dalam persaingan langsung dengan AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud. Meta belum mengonfirmasi maupun membantah laporan tersebut. Berita ini memicu reaksi pasar: saham Meta naik 8,8%, sementara CoreWeave turun 13,9% dan Nebius turun 17% pada sesi yang sama. Inisiatif ini dilaporkan dipimpin oleh kepala infrastruktur Meta, Santosh Janardhan, Daniel Gross dari Meta Superintelligence Labs, dan presiden Dina Powell McCormick. Dua model layanan sedang dipelajari: menjual kapasitas GPU mentah dan menyediakan akses ke model yang di-host seperti Muse Spark. Meta telah secara signifikan meningkatkan perkiraan belanja modalnya menjadi $125-145 miliar untuk tahun 2026, dan telah menandatangani kontrak senilai miliaran dolar dengan CoreWeave dan Nebius untuk infrastruktur sewaan. Namun, analis mencatat bahwa Meta mungkin tidak memiliki hak untuk menjual kembali kapasitas yang disewa dari CoreWeave. Tren memonetisasi kelebihan kapasitas komputasi bukanlah hal yang unik, karena SpaceX dan xAI telah membuka pusat data Colossus mereka untuk klien eksternal. Pergeseran ini dapat mengubah lanskap AI, memusatkan kekuatan di antara mereka yang mengendalikan infrastruktur.
Sumber: ActuIA —
asli
