Dari Prinsip 'Tiga Tidak' hingga Rumor IPO Miliaran Dolar: Pertarungan Tiga Tahun Liang Wenfeng bersama DeepSeek
DeepSeek
Moonshot AI
Baidu
Kisah DeepSeek dari perusahaan rintisan hingga pemimpin AI: prinsip 'Tiga Tidak' (tanpa pendanaan, tanpa keuntungan, tanpa IPO), perubahan arah, dan rumor IPO miliaran dolar. Perusahaan berencana mengumpulkan $10 miliar melalui IPO di Hong Kong dan juga meningkatkan daya komputasinya hingga 100.000 GPU.
Startup AI asal China, DeepSeek, yang didirikan oleh Liang Wenfeng, telah berubah dari yang semula menganut prinsip "tiga tidak" (tidak pendanaan, tidak untung, tidak penawaran umum perdana atau initial public offering/IPO) menjadi beredar rumor penawaran umum perdana senilai miliaran dolar. Pada tahun 2023, tim DeepSeek sebagian besar terdiri dari peneliti tanpa pengalaman komersial, dan perusahaan tidak menarik pendanaan eksternal. Namun, setelah kesuksesan model DeepSeek-V3 dan DeepSeek-R1 yang hanya membutuhkan biaya pelatihan sebesar 5,6 juta dolar AS (dengan biaya inferensi hingga 6 juta dolar AS), perusahaan mengubah haluan. Pada tahun 2025, muncul rumor tentang penawaran umum perdana di Hong Kong dan pembangunan pusat data dengan 100.000 unit pengolah grafis atau graphics processing units (GPU). DeepSeek juga menghadapi persaingan dari Alibaba Cloud (model Qwen2.5-Max), Moonshot AI (Kimi K2), dan Baidu (Ernie 4.5 dan Ernie 5.0), tetapi berhasil menarik perhatian dengan modelnya yang efisien. Pada akhir tahun 2024, DeepSeek merilis DeepSeek-R1 yang menjadi populer di kalangan komunitas pengembang. Perusahaan juga mengadopsi arsitektur campuran pakar atau Mixture-of-Experts (MoE) dan perhatian multi-kepala laten atau Multi-head Latent Attention (MLA), serta mengembangkan mekanisme DeepSeekMoE dan DeepSeekMLA sendiri. Pada awal tahun 2025, sebagai respons terhadap perang harga, DeepSeek mengurangi biaya antarmuka pemrograman aplikasi atau application programming interface (API) sebesar 75% untuk DeepSeek-R1 dan 50% untuk DeepSeek-V3, serta memperkenalkan model DeepSeek-R2. Pada saat yang sama, beredar rumor penggalangan dana sebesar 2 miliar dolar AS dari Alibaba Group dan rencana penawaran umum perdana senilai hingga 10 miliar dolar AS.
Sumber: DeepSeek (GNews) —
asli
