RisetModel 🇩🇪 03.08.2026 14:02

Dua Bukti Independen untuk Masalah Kripto yang Sama Menunjukkan Bagaimana AI Mengubah Sains

OpenAIOpenAI
Dua peneliti secara independen memecahkan masalah terbuka yang sama dalam kriptografi kuantum hampir bersamaan menggunakan GPT-5.6 Sol Ultra dari OpenAI. Mahasiswa PhD MIT Seyoon Ragavan dan profesor Prabhanjan Ananth (Universitas California, Santa Barbara) serta Amit Sahai (Universitas California, Los Angeles) mengirimkan makalah mereka ke arXiv.org hanya dengan jarak tiga jam. Kasus ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang kredit ilmiah dan makna penemuan independen ketika semua orang menggunakan model AI yang sama.
Dua bukti independen untuk masalah kriptografi kuantum yang sama menggambarkan bagaimana AI mengubah sains. Mahasiswa doktoral MIT, Seyoon Ragavan, dan profesor Prabhanjan Ananth dari UC Santa Barbara serta Amit Sahai dari UCLA mengirimkan makalah mereka ke arXiv.org dalam selisih tiga jam satu sama lain, seperti yang dilaporkan oleh Scientific American. Keduanya menggunakan model GPT-5.6 Sol Ultra dari OpenAI tetapi dengan metode yang berbeda. Masalah yang dimaksud melibatkan 'enkripsi yang tidak dapat dikloning', sebuah teknik kriptografi yang memanfaatkan sifat kuantum. Para peneliti kini sedang mempertimbangkan untuk menggabungkan karya mereka. Kasus ini memunculkan pertanyaan mendasar: jika semua peneliti memiliki akses ke model AI yang sama, apa yang dimaksud dengan penemuan independen, dan siapa yang layak mendapat penghargaan? Ananth berkomentar bahwa ketika seseorang menyebutkan masalah terbuka, langkah pertama adalah memeriksa apakah GPT dapat menyelesaikannya. Ragavan, seorang mahasiswa PhD tahun ketiga, mengatakan pendekatan penelitiannya telah berubah total dibandingkan dua bulan lalu. Matematika khususnya merasakan dampak kemampuan AI, dengan reaksi mulai dari antusiasme terhadap kemungkinan baru hingga depresi karena kehilangan identitas.
Sumber: The Decoder (DE) — asli
Postingan kami sebelumnya tentang topik ini ↓
Berita terbaru