Proteksionisme AI Trump Meluas ke Robotika dengan Larangan Impor Humanoid
Ghost Robotics
Unitree Robotics
Boston Dynamics
Figure
1X
OpenAI
Anthropic
Komisi Perdagangan Federal (FTC) telah melarang impor robot canggih dari luar negeri, termasuk robot humanoid, berkaki empat, dan beroda, dengan alasan keamanan nasional dan kebutuhan untuk melindungi perusahaan robotika Amerika Serikat dari persaingan Tiongkok. Langkah ini menandakan perlindungan yang lebih luas oleh pemerintahan Trump terhadap industri AI, meskipun ada kekhawatiran bahwa hal ini dapat menghambat penelitian dan memperlambat pertumbuhan sektor tersebut.
Komisi Perdagangan Federal (FTC) mengeluarkan larangan menyeluruh terhadap impor robot canggih dari luar negeri, termasuk robot humanoid, robot berkaki empat, dan robot beroda. Keputusan yang diambil oleh FTC yang partisan dan bersejajar dengan Trump ini mengutip risiko keamanan nasional dari pengumpulan data dan kebutuhan untuk melindungi perusahaan robotika AS dari persaingan Tiongkok. Langkah ini memperluas proteksionisme AI Trump melampaui laboratorium utama hingga ke sektor robotika yang sedang berkembang. Sebagian perusahaan robotika AS menyambut baik larangan ini, dengan mengutip risiko keamanan siber, tetapi para peneliti memperingatkan bahwa hal ini dapat merugikan industri. Universitas-universitas AS sangat bergantung pada robot Tiongkok yang murah dari Unitree untuk penelitian; 90% makalah robotika terbaru menggunakan robot Unitree. Kesenjangan harga sangat signifikan: robot berkaki empat Unitree berharga sekitar $4.600, sementara model Boston Dynamics yang sebanding dapat berharga $278.000. Unitree berencana untuk melantai di bursa dengan valuasi hampir $6 miliar, sementara perusahaan AS seperti Figure dan 1X belum menjual dalam skala besar. Dampak simbolisnya jelas: pemerintahan ini melihat robot humanoid sebagai batas depan strategis AI. Perintah FTC ini mencakup banyak pengecualian, sehingga dampak praktisnya tidak pasti, tetapi ini menandai perubahan besar bagi teknologi yang dikenal sering jatuh di atas panggung.
Sumber: MIT Technology Review —
asli
