RobotikaRiset 🇨🇳 02.08.2026 02:01

Rekap WAIC: Di Balik Robot, Apa yang Sebenarnya Ditulis Ulang oleh AI?

ByteDanceByteDance Unitree RoboticsUnitree Robotics PalantirPalantir OpenAIOpenAI Sakana AISakana AI DeepSeekDeepSeek Moonshot AIMoonshot AI Google DeepMindGoogle DeepMind
Pada diskusi meja bundar penutup WAIC 2026, empat pakar membahas apakah AI benar-benar menulis ulang alur kerja, industri, dan paradigma, atau hanya mengulang siklus teknologi. Mereka menyoroti kemajuan nyata dalam pengodean, pembuatan konten, dan kecerdasan berwujud, sambil mengingatkan agar tidak terbawa sensasi dan perlunya fokus pada nilai sejati serta kebutuhan pengguna.
Meja bundar penutupan WAIC 2026 yang digelar oleh InfoQ menghadirkan empat pakar: Lian Wenzhao (profesor di Shanghai Jiao Tong University dan pendiri Yuanluo Tech), Guo Quanwei (kepala ilmuwan di Yusheng Science), Gong Sansan (co-founder Diffusion Intelligence dan mahasiswa PhD di HKU/University of Hong Kong), serta Du Yu (direktur Unknowable AI Research Institute dan mantan wakil presiden investasi di Sequoia Capital China). Mereka membahas apa yang sebenarnya sedang diubah oleh AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan), dengan mencatat bahwa AI mempercepat laju kerja dan berpotensi memperluas batas-batas yang ada, namun memperingatkan bahwa AI mungkin belum bisa melampaui kreativitas manusia. Mereka juga memperdebatkan keaslian permintaan terhadap AI: meski bisnis AI dari perusahaan teknologi besar seperti Kuaishou Keling, ByteDance Jimeng, dan Unitree mencatat pertumbuhan pendapatan, sejumlah produk AI dinilai hanya memenuhi kebutuhan semu yang tidak benar-benar menyelesaikan masalah nyata. Untuk kecerdasan terwujud (embodied intelligence), Lian menekankan bahwa nilai sesungguhnya terletak pada tugas-tugas berurutan panjang dan berpresisi tinggi, seperti otomatisasi laboratorium, sementara Du Yu menarik paralel dengan gelombang internet seluler, memandang kecerdasan terwujud sebagai lapisan perangkat baru. Dalam soal paradigma model, Guo berargumen bahwa era Scaling Law mungkin sedang berakhir, dan mendorong terbentuknya ekosistem model serta pendekatan hibrida yang memadukan model autoregresif dengan model difusi, sementara Gong menyoroti keunggulan model bahasa berbasis difusi untuk penerapan secara lokal. Kelompok ini juga membahas tren investasi, mencatat bahwa modal semakin banyak mengalir ke model dunia (world models), robotika, dan AI fisik, dengan Du Yu menyarankan para ilmuwan untuk mengomunikasikan gagasan mereka secara sederhana agar lebih mudah mendapatkan pendanaan. Secara keseluruhan, panel ini menegaskan bahwa di balik hiruk-pikuk sorotan publik, AI harus memberikan nilai yang konkret dan dapat diandalkan dalam skenario dunia nyata.
Sumber: InfoQ 中国 — asli
Postingan kami sebelumnya tentang topik ini ↓
Berita terbaru