Intel Kumpulkan Rp 20 Miliar untuk Percepat Transformasi AI
Intel Corporation
Intel telah menaikkan penawaran sahamnya dari Rp 15 miliar menjadi Rp 20 miliar, dengan menerbitkan 210,526 juta saham dengan harga Rp 95 per saham. Perusahaan memperkirakan hasil bersih sekitar Rp 19,7 miliar untuk mendanai belanja modal dan modal kerja saat mengejar transformasi manufaktur yang mahal di tengah booming investasi AI.
Intel telah memperluas penawaran sahamnya, meningkatkan totalnya dari yang semula diumumkan sebesar $15 miliar menjadi $20 miliar. Perusahaan akan menerbitkan 210,526 juta saham biasa dengan harga $95 per saham, dengan bank-bank memiliki opsi 30 hari untuk membeli hingga 31,579 juta saham tambahan dengan harga yang sama, sebelum komisi dan biaya. Transaksi diharapkan selesai pada Rabu, 12 Agustus, dengan tunduk pada kondisi penutupan yang biasa. Intel memperkirakan hasil bersih sekitar $19,7 miliar, dengan asumsi opsi kelebihan alokasi tidak digunakan, dan berencana menggunakan dana tersebut untuk tujuan korporasi umum, termasuk belanja modal dan modal kerja, bukan untuk proyek tunggal. Langkah ini datang saat Intel terus mengembangkan kemampuan manufaktur semikonduktornya di bawah strategi Intel Foundry dan berinvestasi dalam proses fabrikasi generasi berikutnya, termasuk node Intel 14A. Penawaran ini terjadi di tengah investasi rekor dalam infrastruktur AI, dengan Goldman Sachs Research memproyeksikan belanja AI global akan melampaui $1 triliun pada tahun 2026, termasuk hampir $581 miliar di AS. Intel bertujuan memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat pengembangan teknologi dan memperkuat posisinya dalam semikonduktor canggih, dengan mengutip permintaan yang meningkat untuk produk berkemampuan AI sebagai faktor yang memengaruhi prospeknya.
Sumber: Le Monde Informatique — IA —
asli
