Para Influencer Mendapat Kritik karena Menghadiri Perjalanan Merek Mewah Pertama OpenAI
OpenAI
Anthropic
Microsoft
OpenAI mengadakan perjalanan merek mewah untuk influencer di bagian utara New York, memicu kritik online saat beberapa komentator mempertanyakan implikasi etika dan lingkungan. Acara ini bertujuan untuk mengajari para kreator tentang produk ChatGPT, tetapi waktu dan kemewahannya menimbulkan reaksi negatif. OpenAI membela perjalanan ini, menekankan pendidikan dan pentingnya para kreator.
Perjalanan merek pertama OpenAI untuk para influencer, yang disebut 'Summer Club', berlangsung pada akhir pekan lalu di sebuah retret mewah di utara New York, menjamu sejumlah influencer dengan makan malam dari pertanian ke meja, beternak lebah, dan lokakarya tentang penggunaan produk OpenAI. Video yang diunggah oleh para peserta tampak estetik, tetapi komentar-komentar di dalamnya sebagian besar bersifat kritis, dengan beberapa orang menuduh para influencer 'menjual jiwa mereka' dan mempertanyakan dampak lingkungan dari pusat data AI. Salah satu influencer menghapus video perjalanannya setelah dihubungi oleh TechCrunch. Juru bicara OpenAI, Drew Pusateri, mengatakan bahwa perjalanan ini berfokus pada edukasi, bertujuan untuk mengajari para kreator tentang ChatGPT Work yang baru saja dirilis, dan bahwa para kreator adalah bagian penting dari komunitas mereka. Reaksi negatif ini diperkuat oleh rencana OpenAI untuk membangun pusat data senilai 500 miliar dolar di Ohio dan kontrak senilai 200 juta dolar dengan Departemen Pertahanan, yang oleh sebagian komentator disebut sebagai alasan kemarahan mereka. OpenAI merekrut Charles Porch sebagai wakil presiden kemitraan kreatif global pada bulan Februari, dan laboratorium AI lain seperti Anthropic dan Microsoft juga telah mengadakan acara influencer, tetapi tidak ada yang menuai kritik sebanyak acara ini.
Sumber: TechCrunch AI —
asli
