Ilmuwan MIPT: Jaringan Neural Gagal dalam Pengembangan Obat
Google DeepMind
Chai Discovery
Para ilmuwan di Institut Fisika dan Teknologi Moskow (MIPT) menguji empat alat AI populer untuk pemodelan obat dan menemukan kesalahan sistematis. Jaringan neural memberikan hasil yang tidak konsisten tergantung pada format input, dan memprediksi geometri molekul yang secara fisik mustahil.
Para peneliti di Institut Fisika dan Teknologi Moskow (MIPT) telah menemukan bahwa kecerdasan buatan yang digunakan untuk memodelkan obat-obatan masa depan dapat menghasilkan kesalahan sistematis. Mereka menguji empat algoritma populer: AlphaFold 3, Boltz-2, Chai-1, dan Protenix-v1. Studi ini berfokus pada molekul sederhana seperti metilamina dan asam asetat, yang dapat berada dalam bentuk netral maupun bermuatan. Hasilnya menunjukkan bahwa prediksi lebih bergantung pada format masukan (standar CCD atau notasi SMILES) daripada muatan molekul. Yang mengkhawatirkan, panjang ikatan yang diprediksi secara sistematis terlalu pendek, kadang-kadang hingga sepuluh kali lipat, menunjukkan bahwa model-model tersebut tidak sepenuhnya memahami kimia dasar. Ivan Gushchin, kepala laboratorium di MIPT, mencatat bahwa tidak ada alat yang menonjol dalam hal akurasi dan menekankan perlunya memperbaiki algoritma agar tidak bergantung pada format masukan dan memperhitungkan variabilitas muatan molekul. Penelitian ini didukung oleh Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Rusia, dan semua data tersedia untuk publik di Zenodo.
Sumber: CNews —
asli
