AgenAplikasi 🇷🇺 04.08.2026 19:01

Frontend Belum Mati, tetapi AI Sudah Memegang Sekopnya

Seorang mantan pengembang frontend dari Avito berbagi pengalaman menggunakan agen AI dalam pengembangan frontend. Ia berpendapat bahwa frontend sedang bertransformasi, bukan mati, dan AI sudah berguna untuk tugas-tugas seperti debugging, migrasi, dan pembuatan tes. Namun, ia memperingatkan tentang volume code review yang semakin besar dan risiko 'dengan percaya diri memecahkan masalah yang salah'.
Roman Mironov, mantan pengembang frontend dan kini team/tech lead di Avito, menjelaskan mengapa frontend tidak mati melainkan bertransformasi. Ia mencatat bahwa AI menjadi alat standar, dengan 90% pengembang menggunakan setidaknya satu alat AI di tempat kerja, dan 42% kode yang dikomit dihasilkan atau dibantu oleh AI. Namun, 96% pengembang tidak sepenuhnya mempercayai kebenaran fungsional dari kode yang dihasilkan. Ia menggambarkan dua kasus: satu di mana agen AI menyelidiki kesalahan 500 pada micro-frontend, dengan tepat berhipotesis bahwa Googlebot dengan user agent seluler menyebabkan konten tidak valid; kasus lain di mana agen membuat 38 pull request untuk menghapus fitur catatan, tugas yang akan membosankan jika dikerjakan manual. Ia menyoroti kurva J adopsi AI: penurunan awal karena biaya pembelajaran dan verifikasi, kemudian adaptasi, lalu pertumbuhan. Ia menyarankan untuk menyusun perintah (prompt) dengan jelas daripada sekadar mengatakan 'berperilaku seperti pengembang senior', dan menekankan bahwa insinyur tetap bertanggung jawab atas kode yang dihasilkan AI. Ia juga menyebutkan penggunaan rencana dalam Markdown dan HTML, serta konfigurasi multi-level untuk agen, termasuk aturan dan keterampilan, tetapi memperingatkan agar tidak membebani konteks.
Sumber: Habr — хаб ИИ — asli
Postingan kami sebelumnya tentang topik ini ↓
Berita terbaru