ESET: Malware Menggunakan AI Langsung Saat Serangan
Google/DeepMind
ESET melaporkan peningkatan jumlah ancaman siber yang menggunakan AI dan vektor serangan baru, seperti malware PromptSpy yang mengakses Google Gemini untuk beradaptasi dengan perangkat. Phishing dengan kode QR mencapai tingkat rekor, dan aktivitas ransomware terus berlanjut, meskipun korban semakin jarang membayar tebusan.
Pada paruh pertama tahun 2026, ESET menganalisis hampir 900.000 keterampilan kecerdasan buatan (AI) dan menemukan puluhan ribu yang mencurigakan serta ribuan yang berbahaya. AI mulai digunakan di dalam perangkat lunak berbahaya: aplikasi Android PromptSpy menggunakan Google Gemini untuk menafsirkan elemen antarmuka dan beradaptasi dengan perangkat, tanpa bergantung pada perilaku yang diprogram secara kaku. Metode rekayasa sosial ClickFix, yang menggunakan pesan kesalahan palsu, telah menyebar ke halaman bantuan, ekstensi peramban, dan skrip autentikasi cloud, dan jumlah deteksi vektor ini meningkat dua kali lipat. Penipuan phishing dengan kode QR (quishing) mencapai tingkat rekor, karena penyerang memanfaatkan kepercayaan terhadap kotak hitam-putih untuk menghindari pemeriksaan. Aktivitas ransomware terus berlanjut, dan ESET mendokumentasikan lebih dari 100 EDR-killer yang dirancang untuk menonaktifkan keamanan. Sementara itu, jumlah korban yang membayar tebusan menurun, menunjukkan kemajuan dalam langkah-langkah perlindungan.
Sumber: 3DNews —
asli
