World's First Chat System Could Change Personalities: ELIZA Code Reveals New Secrets
MIT
Recently discovered source code of ELIZA, the first chatbot in history, shows that the program was much more complex than previously thought. ELIZA not only imitated a psychotherapist but was a platform for multiple "personalities" (scripts), could edit scripts, and remember context. This changes the understanding of early AI development.
Sekelompok peneliti meneliti kode sumber program ELIZA, yang baru-baru ini ditemukan di arsip Massachusetts Institute of Technology (MIT). Sebelumnya, ELIZA lebih dikenal sebagai "terapis wanita yang baik hati" yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan panduan kepada pengguna. Namun, analisis kode menunjukkan bahwa ELIZA bukan sekadar chatbot sederhana dengan substitusi pola. Ia adalah platform kompleks yang mendukung banyak "persona" (skrip), termasuk skrip Doctor yang terkenal (meniru psikoterapis), serta skrip untuk membahas cuaca, matematika, puisi, warna, paradoks, lift, dan bahkan Prancis. Arsitektur ELIZA, yang memisahkan sistem dan skrip, telah mendahului pola perangkat lunak modern seperti konfigurasi sebagai data, arsitektur plugin, dan domain-specific languages. Para peneliti mencatat bahwa pemilihan peran psikoterapis adalah kenyamanan teknis: peran ini memungkinkan pengajuan pertanyaan terbuka umum tanpa memerlukan pengetahuan luas tentang dunia nyata. Skrip lain membentuk berbagai kepribadian, misalnya skrip Neweng untuk percakapan ringan tentang New England, di mana program menggunakan frasa seperti "SANGAT SEJUK" dan "DI ATAS SANA". Dengan demikian, ELIZA tidak hanya mengubah pandangan tentang interaksi manusia dengan komputer, tetapi juga menunjukkan bahwa pada tahun 1960-an, para pengembang sudah meletakkan dasar untuk menciptakan chatbot dengan kepribadian yang dapat diubah.
Sumber: IEEE Spectrum AI —
asli
