Bisnis & PasarRegulasi 🇷🇺 14.08.2026 03:02

Zuckerberg: AS Punya Kelemahan Jelas Dibanding China

MetaMeta Moonshot AIMoonshot AI Alibaba/QwenAlibaba/Qwen DeepSeekDeepSeek OpenAIOpenAI AnthropicAnthropic Google/DeepMindGoogle/DeepMind NVIDIANVIDIA
Mark Zuckerberg, kepala Meta, menyatakan bahwa Amerika Serikat tertinggal dari China dalam pengembangan model AI sumber terbuka dan ketersediaan klaster komputasi berkinerja tinggi. Ia menyoroti kemajuan China dalam model terbuka seperti Kimi K3, Qwen3.8-Max, dan V4-Flash, yang menutup kesenjangan dengan rekan-rekan Amerika.
Mark Zuckerberg, CEO Meta, mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki kelemahan signifikan dibandingkan China, terutama dalam hal model AI sumber terbuka dan infrastruktur komputasi. Ia mencatat bahwa China membuat kemajuan pesat, dengan model terbuka seperti Kimi K3 dari Moonshot AI, Qwen3.8-Max dari Alibaba, dan V4-Flash dari DeepSeek, yang hampir sebaik model-model terkemuka Amerika dari OpenAI, Anthropic, dan Google. Zuckerberg menekankan pentingnya AI sumber terbuka untuk keamanan nasional dan inovasi, dan Meta telah merilis model terbuka mereka sendiri, termasuk Muse Glimmer dan Muse Spark 1.2, sambil juga mengembangkan keluarga Llama 4. Ia menunjukkan bahwa AS memiliki keunggulan dalam pengembangan chip canggih, dengan perusahaan seperti Nvidia, tetapi China dengan cepat mengejar ketertinggalan. Diskusi tersebut juga menyebutkan kebutuhan akan pusat data besar-besaran, dengan Meta berencana untuk berinvestasi dalam infrastruktur komputasi skala besar. Zuckerberg menegaskan bahwa AS harus memimpin dalam pengembangan AI untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya.
Sumber: AI-News.ru — asli
Postingan kami sebelumnya tentang topik ini ↓
Berita terbaru