Vibe Coder Rusia: 52% Menulis Kode Tanpa Keahlian Pemrograman
OpenAI
Anthropic
DeepSeek
Битрикс24
Google/DeepMind
Bitrix24 melaporkan munculnya kategori pengembang baru di Rusia, yaitu vibe coder, yang membuat aplikasi menggunakan AI tanpa keahlian pemrograman profesional. Sebanyak 52% dari mereka memulai vibe coding tanpa pengalaman, dan 81% tidak menganggap pengembangan sebagai profesi utama.
Menurut studi yang dilakukan oleh Bitrix24, kategori baru pengembang bernama 'vibe coders' telah muncul di Rusia, yang membuat aplikasi menggunakan AI tanpa keterampilan pemrograman profesional. 81% praktisi tidak menganggap coding sebagai profesi utama mereka, dan 52% memulai tanpa pengalaman pemrograman atau hanya dengan pengeditan HTML dasar. 72% proyek yang dikodekan oleh AI sudah bekerja hampir secara otonom dan digunakan secara internal atau oleh klien. Studi ini menunjukkan bahwa 44% vibe coder adalah wirausahawan, 12% adalah manajer, dan hanya 6% yang merupakan pengembang profesional. Alat AI yang paling populer adalah Claude Code (55%) dan OpenAI Codex (54%), diikuti oleh VS Code dengan ekstensi AI (26%) dan Cursor (24%). Di antara model bahasa, OpenAI memimpin dengan 71%, diikuti oleh Claude (58%), DeepSeek (34%), Qwen (24%), BitrixGPT (23%), dan Gemini atau Gemma (21%). Masalah utama yang disebutkan adalah AI yang salah memahami tugas (37%), kesulitan memelihara proyek (32%), dan kekhawatiran keamanan (27%). Hanya 11% yang meninjau kode yang dihasilkan secara manual, sementara 54% menggunakan AI yang sama untuk verifikasi. 73% responden mengatakan bahwa mereka dapat berhenti mempekerjakan pengembang berkat vibe coding. 39% percaya era karyawan yang membuat aplikasi dengan AI telah tiba, dan 30% memperkirakan hal itu akan menjadi arus utama dalam satu hingga dua tahun. Alexander Vartanyan, direktur pemasaran Bitrix24, mencatat bahwa pengembangan tidak lagi hanya tugas departemen IT dan telah menjadi alat bagi pemilik proses bisnis.
Sumber: Rusbase (RB.RU) —
asli
