Perangkat Keras & InferensiRiset 🇩🇪 01.08.2026 07:03

Tobii dan Prophesee Kembangkan Teknologi Pelacakan Mata Baru yang Penting

TobiiTobii PropheseeProphesee
Tobii dan Prophesee bermitra untuk mengembangkan pelacakan mata berbasis peristiwa untuk kacamata realitas virtual/augmented reality generasi berikutnya. Teknologi ini menjanjikan latensi lebih rendah, efisiensi energi lebih tinggi, dan presisi lebih baik dibandingkan solusi berbasis kamera tradisional.
Tobii, pemimpin teknologi pelacakan mata asal Swedia, yang solusinya digunakan pada perangkat seperti HTC Vive Pro Eye, PlayStation VR2, Pimax Crystal, dan Play for Dream MR, telah bermitra dengan startup asal Paris, Prophesee, yang mengembangkan sensor berbasis peristiwa. Berbeda dengan sensor gambar tradisional yang menangkap bingkai penuh pada interval tetap, sensor berbasis peristiwa hanya mendaftarkan perubahan pada gambar, seperti variasi kecerahan di piksel individual, meniru fungsi retina. Pendekatan ini menawarkan efisiensi energi dan data yang tinggi, deteksi yang presisi, dan latensi yang sangat rendah. Prophesee melaporkan tingkat pengambilan sampel lebih dari 1000 Hz, latensi ujung-ke-ujung di bawah 1 ms, akurasi deteksi kurang dari 1 derajat, konsumsi daya di bawah 2 mW, dan laju data lima kali lebih rendah daripada sensor berbasis gambar. Sebagian besar solusi pelacakan mata yang ada saat ini mengandalkan cahaya inframerah dan sensor gambar klasik, yang tertinggal dalam hal efisiensi energi, latensi, dan volume data. Kolaborasi ini bertujuan untuk membawa teknologi ini ke pasar, yang merupakan kabar baik bagi industri VR/AR, karena headset VR mandiri, kacamata pintar, dan kacamata AR membutuhkan pelacakan mata yang lebih efisien. Prophesee sebelumnya pernah bekerja sama dengan Zinn Labs pada solusi berbasis peristiwa untuk perangkat tersebut. Emma Bauer, Wakil Presiden Senior Integrasi di Tobii, menyoroti bahwa kacamata pintar adalah salah satu segmen yang paling menuntut untuk pelacakan mata, membutuhkan konsumsi daya yang sangat rendah, kinerja tinggi, dan integrasi yang mulus, dan kemitraan ini menambahkan sensor berbasis peristiwa ke teknologi kamera Tobii yang sudah ada, menawarkan pelanggan lebih banyak pilihan dan fleksibilitas.
Sumber: MIXED.de — asli
Postingan kami sebelumnya tentang topik ini ↓
Berita terbaru