Bagaimana Pusat Data Menghancurkan Politik Amerika: Pemberontakan Sayap Kanan Melawan AI
OpenAI
xAI
Ekspansi pesat pusat data untuk mendukung AI telah memicu reaksi keras di seluruh Amerika Serikat, menyatukan penentang sayap kanan dan sayap kiri. Perlawanan ini, yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Joe Allen di War Room milik Steve Bannon, sedang membentuk ulang dinamika politik, dengan jajak pendapat menunjukkan 70% menentang pusat data lokal. Gerakan ini memadukan kekhawatiran lingkungan, skeptisisme terhadap AI, dan populisme anti-teknologi, memaksa para politisi untuk mempertimbangkan kembali kebijakan AI.
Artikel ini mengeksplorasi gerakan yang berkembang melawan pusat data di AS, yang didorong oleh kekhawatiran tentang dampak lingkungan AI, lapangan kerja, dan privasi. Wartawan mewawancarai Joe Allen, mantan rigger yang menjadi aktivis anti-teknologi, yang telah menjadi tokoh kunci dalam oposisi sayap kanan populis terhadap AI. Allen, yang terkait dengan War Room milik Steve Bannon, memberikan ceramah di seluruh negeri dan membantu membentuk kelompok penasihat 'Humans First' bersama dengan Center for AI Safety. Reaksi balik ini menyebar: 70% orang Amerika menentang pusat data lokal, moratorium telah disahkan di negara bagian seperti New York, dan protes lokal telah menyebabkan penangkapan. Gerakan ini menyatukan sekutu yang tidak biasa di seluruh spektrum politik, menggabungkan NIMBYisme dengan ketakutan tentang potensi disruptif AI. Artikel ini mencatat pelonggaran regulasi lingkungan oleh pemerintahan Trump untuk mempercepat pengembangan pusat data, dan eksekutif teknologi seperti Sam Altman dan Elon Musk menjadi sasaran kemarahan publik. Filosofi Allen mencakup 'singularitas terbalik,' sebuah masa depan di mana kecerdasan manusia runtuh karena ketergantungan pada AI. Bagian ini menyoroti koalisi aneh antara aktivis iklim sayap kiri dan populis sayap kanan, seperti yang terlihat pada acara Humans First di Georgia Tech.
Sumber: Wired AI —
asli
