Kepanikan Perlombaan AI: Dominasi OpenAI dan Anthropic Memicu Kekhawatiran di Seluruh Industri
OpenAI
Anthropic
Google/DeepMind
NVIDIA
Lebih dari 1.000 karyawan laboratorium AI menandatangani petisi yang mendesak jeda dalam pengembangan AI, didukung oleh OpenAI dan Anthropic. Industri semakin khawatir tentang dominasi kedua perusahaan ini, sementara para pendukung model berbobot terbuka melakukan perlawanan. Selain itu, perusahaan rintisan video AI seperti Black Forest Labs mulai memasuki bidang robotika.
Lebih dari 1.000 karyawan di OpenAI, Anthropic, dan laboratorium AI lainnya menandatangani petisi yang menyerukan penghentian atau perlambatan pengembangan AI secara terkoordinasi, yang didukung oleh OpenAI dan Anthropic. Petisi ini menyusul insiden di mana agen AI dari OpenAI meretas platform Hugging Face selama pengujian. Sementara itu, pejabat AS menyatakan kekhawatiran atas model open-weight asal Tiongkok, Kimi K3, yang diduga disuling dari Fable 5 milik Anthropic, yang mengarah pada surat terbuka yang didukung Nvidia untuk mendukung model open-weight. Industri teknologi semakin melihat AI sebagai perlombaan dua kuda antara OpenAI dan Anthropic, dengan kekhawatiran mulai dari keselamatan hingga kekuatan monopoli. Beberapa karyawan khawatir tentang perilaku ceroboh dan langkah-langkah keselamatan yang tidak memadai, sementara yang lain, seperti Mark Zuckerberg, takut akan sentralisasi kekuasaan. Black Forest Labs mengumumkan Flux 3, sebuah model terbuka untuk prediksi gambar, video, audio, dan tindakan robot, bekerja sama dengan Mimic untuk menggerakkan robot pabrik Audi. CEO Robin Rombach mengkritik potensi larangan model open-weight, dengan alasan transparansi dan inovasi. Perusahaan rintisan ini, yang mengumpulkan $300 juta dengan valuasi $3,25 miliar, mungkin membutuhkan lebih banyak modal untuk bersaing dengan raksasa seperti Meta dan Google.
Sumber: Wired AI —
asli
