⚡ BREAKING
AI Melampaui Manusia dalam Persuasi: Studi; Kapan AI Mandiri Mungkin Muncul; Jalur Menuju Superinteligensi
OpenAI
Google/DeepMind
xAI
Anthropic
Google DeepMind
Sebuah studi besar menunjukkan bahwa sistem AI lebih persuasif daripada manusia ahli, bahkan berhasil meningkatkan donasi amal di dunia nyata. Para peramal memperdebatkan apakah AI mandiri dapat muncul dalam 10–50 tahun ke depan. DeepMind menguraikan jalur dari kecerdasan umum menuju kecerdasan super buatan (artificial superintelligence/ASI).
Peneliti dari Oxford, UK AI Security Institute, Stanford, dan LSE mempelajari persuasi AI melalui 18.978 percakapan yang melibatkan 6.923 orang. Sistem AI secara konsisten mengungguli pakar manusia, termasuk pendebat elit dan penggalang dana profesional, bahkan ketika manusia diberi pelatihan atau insentif. Pendorong persuasi terkuat adalah Opus 4.1 dan Opus 4.6, diikuti oleh GPT-4o, GPT-5.4, Gemini 2.5 Pro, dan Grok 4.20. Dalam tugas donasi uang sungguhan, AI mengumpulkan hampir 3 kali lebih banyak untuk Save the Children dibandingkan penggalang dana profesional. Keunggulan ini berasal dari kemampuan AI untuk menghasilkan informasi dalam jumlah besar dengan cepat. Dalam diskusi terpisah, Ajeya Cotra (METR) memprediksi AI yang dapat mandiri dalam 10 tahun, sementara Timothy B. Lee (Understanding AI) memberikan perkiraan median 50 tahun. Tantangannya mencakup pengetahuan diam-diam dalam manufaktur dan kebutuhan akan robotika canggih. Google DeepMind menerbitkan sebuah makalah yang mengeksplorasi transisi dari AGI ke ASI, mendefinisikan ASI sebagai sistem yang melampaui kolektif ahli manusia di hampir semua tugas. Jalur yang ada mencakup peningkatan skala komputasi, pergeseran paradigma algoritmik, dan arsitektur seperti Transformer dan Mixture-of-Experts.
Sumber: Import AI —
asli
