Mempercepat Penciptaan Otak Luar Angkasa: Beijing Resmi Meluncurkan Proyek Satelit Eksperimental Digital Space-1
Beijing telah resmi meluncurkan proyek "Digital Space-1", sebuah satelit eksperimental untuk menguji teknologi "otak luar angkasa" yang mampu melakukan persepsi, kognisi, dan pengambilan keputusan secara otonom. Ilmuwan dan perusahaan China bertujuan untuk beralih dari "kendali darat" ke "kecerdasan onboard" guna menyelesaikan masalah pengelolaan puluhan ribu satelit di orbit rendah Bumi.
Dalam sebuah konferensi yang berfokus pada percepatan implementasi 'Strategi Ruang Digital,' diluncurkan proyek 'Digital Space-1.' Akademisi Wei Fengsi, yang mengusulkan strategi tersebut, menekankan bahwa sistem ruang angkasa di masa depan memerlukan 'otak ruang angkasa'—sebuah kecerdasan onboard yang mengintegrasikan persepsi, kognisi, dan aksi dalam siklus milidetik. Perusahaan Digital Space mempresentasikan solusi 'autopilot satelit + kendali cerdas ruang angkasa.' Untuk mencapai hal ini, sensor dan unit komputasi tambahan dipasang pada satelit, sementara di darat, platform SpaceOmni menyediakan pemantauan, prediksi risiko, manajemen konstelasi, dan kembaran digital. Proyek ini berencana untuk bekerja sama dengan 12 perusahaan ruang angkasa komersial, termasuk Tianyi Space dan Zhongke Xiguang Aerospace. Perlu dicatat bahwa penerapan model bahasa besar di ruang angkasa bermasalah karena sifatnya yang 'kotak hitam' dan halusinasi, sehingga pendekatannya didasarkan pada model fisik yang menggabungkan keahlian teknik.
Sumber: 36Kr —
asli
