AI Mania Destroys Global Decision Making
OpenAI
Nick Suresh shares observations on how the hysteria around AI hinders rational decision-making in large companies. Anecdotes from anonymous sources reveal that executives admit to not using AI while building strategies around it, and engineers rewrite code in Zig just to keep their jobs.
Nick Suresh menggambarkan bagaimana kegilaan seputar kecerdasan buatan (AI) melumpuhkan pengambilan keputusan di perusahaan-perusahaan besar. Dalam satu kasus, seorang eksekutif mengakui bahwa ia tidak pernah menggunakan ChatGPT, tetapi menyajikan strategi untuk perusahaan dengan pendapatan lebih dari $2 miliar yang sepenuhnya didasarkan pada AI. Seorang insinyur dari perusahaan dengan papan peringkat AI menceritakan bahwa ia diam-diam menulis ulang repositori Go ke Zig agar tidak kehilangan pekerjaan. Seorang eksekutif skeptis di perusahaan yang dipenuhi antusiasme menemukan bahwa tidak ada yang menentang janji-janji absurd peningkatan produktivitas 100 kali lipat, karena sanggahan akan merusak kredibilitas klien dan menyebabkan pemutusan kontrak serta pemecatan.
Sumber: Simon Willison —
asli
