Copy-Protected Quantum Encryption: GPT-5.6 Helped Prove Six-Year-Old Problem
OpenAI
Cryptographers Prabhanjan Ananth and Amit Sahai proved the security of unconditional unclonable encryption. The proof used AI GPT-5.6 Sol Ultra, which generated the construction and key ideas. Two days later, another group using the same model presented an independent proof of the same problem.
Pada 23 Juli, arXiv memuat artikel oleh Prabhanjan Ananth (University of California, Santa Barbara) dan Amit Sahai (UCLA) yang memecahkan masalah enkripsi tanpa kloning tanpa syarat yang telah dihadapi para kriptografer kuantum selama enam tahun. Ini menyangkut enkripsi di mana ciphertext dicatat dalam qubit dan hanya ada dalam satu salinan berkat teorema larangan kloning: bahkan jika kunci bocor, hanya pemilik keadaan kuantum asli yang dapat membaca pesan. Para penulis membuktikan keamanan yang kuat (indistinguishability) untuk skema pada keadaan eigen operator Pauli, di mana kunci adalah string klasik sepanjang 2n-1 bit, dan enkripsi dan dekripsi dilakukan dalam waktu linear. Pembuktian menggunakan alat-alat elementer, termasuk ketidaksetaraan Cauchy-Schwarz, dan memberikan batas eksponensial untuk keuntungan penyerang (2^(-(n+1)/2)). Dalam bagian tentang penggunaan kecerdasan buatan (AI), para penulis melaporkan bahwa konstruksi dan ide-ide utama pembuktian dihasilkan oleh agen Codex pada model GPT-5.6 Sol Ultra; manusia menciptakan perangkat lunak kerangka kerja (harness), memverifikasi setiap pernyataan, dan bertanggung jawab atas hasilnya. Kerangka kerja ini didasarkan pada UCLA Moonshot Harness dan prompt dari OpenAI. Pada 25 Juli, Cryptology ePrint Archive memuat karya independen oleh Seyoon Raghavan dari MIT dengan hasil yang sama, juga menggunakan GPT-5.6 Sol Ultra. Kedua pembuktian ini adalah pracetak (preprint), tetapi telah menerima evaluasi positif dari para ahli.
Sumber: Habr — хаб ИИ —
asli
